Ebook Panduan budidaya sayuran

Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Departemen Agronomi dan Holtikultura, Fakultas Pertanian Bogor. Download ebook klik di sini



Budidaya Pare

BUDIDAYA PARE

PENDAHULUAN
Pare (Momordica charantia) termasuk jenis sayuran dataran rendah. Rasanya pahit-pahit sedap, sehingga banyak disukai masyarakat. Tanaman Pare gampang tumbuh di mana saja, daerah ketinggian 1 – 1.500 meter di atas permukaan laut cocok untuk tanaman pare.



Budidaya Tanaman Pare

Untuk mengetahui bagaimana cara menanam pare clik di sini



PEMANFAATAN PARE

PEMANFAATAN PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF DIABETES MELLITUS

ABSTRAK

Diabetes millitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam dunia sebagai Negara dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, China, Uni Soviyet, Jepang dan Brasil. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pare sebagai obat alternatif yang berasal dari potensi lokal Indonesia, dalam penyembuhan penyakit diabetes mellitus.Tanaman pare dapat menurunkan gula darah karena tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin..

Kata kunci : Diabetes mellitus, pare, alternatif



Manfaat Tanaman Pare

Manfaat Pare

Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman pare. Buahnya mengandung albiminoid, karbohidrat, dan zat warna, daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin, dan minyak lemak, sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.



Kecipir, Tanaman Potensial di Indonesia

Kecipir, Tanaman Potensial di Indonesia

Satu lagi kekayaan hayati yang hampir tak tersumberdayakan bahkan hampir terlupakan di masyarakat yaitu kecipir. Kecipir atau Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC ini merupakan tanaman asli tropika dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di beberapa daerah dikenal dengan nama Kacang belimbing (Sumatera Utara, Sumatera Barat), Kacang embing (Palembang), Jaat (Sunda), Cipir, Kecipir (Jawa), Kelongkang (Bali), Biraro (Menado, Ternate).



Tauco Kecipir dengan Berjuta Manfaat

Tauco Kecipir dengan Berjuta Manfaat

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) D.C.) merupakan salah satu tanaman dari suku polong-polongan (fabaceae) yang merupakan bagian dari ordo fabales. Kecipir berasal dari indonesia bagian timur. Tanaman kecipir termasuk tanaman yang mudah di tanam di manapun, di hampir seluruh daerah nusantara. Sehingga tidak heran tanaman ini memiliki beberapa nama di tiap daerah, antara lain di Sumatera dikenal sebagai kacang botol atau kacang belingbing, kacang embing (Palembang), jaat (Sunda), kelongkang (Bali), cipir (Jawa Tengah dan Jawa Timur), kaceper (Madura), serta biraro (Ternate).



PENANAMAN TERUNG

PENANAMAN TERUNG

PENYEDIAAN TANAH

1. Di Ladang

  1. Bajak dan gemburkan tanah sedalam 15 hingga 22 cm.
  2. Sediakan batas berukuran 1.2 lebar dan 22 – 30 cm tinggi. Panjang batas mengikut keadaan kawasan.
  3. Jarak antara batas – 45 cm.
    Gaulkan tahi ayam reput sebanyak 50 kg bagi 50 meter persegi kawasan.

2. Dalam Pasu dan Bekas-bekas lain

  1. Gunakan tanah campuran mengandungi 3 bahagian tanah, 1 bahagian tahi ayam reput atau kompos dan 1 bahagian pasir.
  2. Isikan pasu dengan tanah campuran sehingga 5 cm dari permukaan pasu.


WORTEL ( Daucus carrota L )

WORTEL
( Daucus carrota L )

I. UMUM

1.1. Sejarah Singkat
Wortel/carrots (Daucus carota L.) bukan tanaman asli Indonesia, berasal dari negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) yaitu berasal dari Asia Timur Dekat dan Asia Tengah. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6.500 tahun yang lalu. Rintisan budidaya wortel pada mulanya terjadi di daerah sekitar Laut Tengah, menyebar luas ke kawasan Eropa, Afrika, Asia dan akhirnya ke seluruh bagian dunia yang telah terkenal daerah pertaniannya.



PISANG SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT

PISANG SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT

Beberapa kelompok masyarakat di benua Afrika, memanfaatkan buah pisang sebagai sumber karbohidrat untuk makanan pokok mereka. Masyarakat Indonesia pun, banyak yang memanfaatkan buah pisang sebagai bahan makanan pokok. Caranya, buah pisang yang dipanen tua, segera dikupas dan dikukus. Dalam keadaan panas, buah pisang ini ditumbuk dan dipadatkan sebagai “getuk pisang” yang kaya karbohidrat. Getuk pisang inilah yang dimakan masyarakat pedesaan sebagai makanan pokok di saat “paceklik”. Menyantapnya dengan sayuran dan lauk-pauk sebagaimana halnya menyantap nasi beras. Pemanfaatan buah pisang sebagai makanan pokok, dilakukan masyarakat pedesaan pada saat “paceklik” berat, hingga makanan lain susah didapat, sementara daya beli masyarakat juga sama sekali tidak ada. Biasanya, pada saat paceklik berat demikian, masyarakat masih berusaha untuk mencari umbi-umbian. Namun apabila umbi-umbian sudah habis tergali, maka buah pisang pun mereka manfaatkan sebagai makanan pokok.